Toolbar

Thursday, October 1, 2015

Review singkat 1 tahun DPR

Oleh: ACA(Staff Kastrat BEM FTUI 2015)

Setahun kinerja DPR RI Periode 2014-2019 telah terlewati. Namun apakah sudah bisa dikatakan Kinerja DPR membaik sejak periode lalu? Berikut Evaluasinya :

- Dua masa sidang dihabiskan untuk konflik merebut keuasaan dan dua masa sidang lagi sibuk membahas kepentingan diri mereka sendiri

- Tak hanya itu, kinerja DPR RI periode ini dinilai lemah terutama terkait produktivitas pembuatan legislasi dan fungsi kontrol yang melek pada anggota DPR itu sendiri yang belum terlihat maksimal seperti pengawasan minim hasil dan kelembagaan kurang bahkan tidak difungsionakan.

- Sejak 1 Oktober 2014, Dari 37 RUU yang direncanakan, DPR hanya menyelesaikan tiga undang-undang, yaitu UU MD3, UU Pemda, dan UU Pemilihan Kepala Daerah. Sisanya, DPR hanya menuntaskan 9 RUU kumulatif terbuka. Artinya UU yang dibuat oleh DPR masih jauh dari target.

- Berbicara tentang anggaran keperluan DPR, terdapat fakta bahwa pengunaan anggran keperluan DPR dinilai sangat boros dan tidak sebanding dengan kinerja yang rendah dan integritas yang tidak terpecaya. Setiap bulan negara harus membiayai DPR RI sekitar Rp. 432,5 Miliar, atau dalam setahun Rp. 5.191 Triliun. Bahkan sejak dilantik, hingga masa sidang III (17 Mei 2015), DPR telah bekerja selama 7 bulan. Namun anggaran yang telah dipakai telah mencapai 58% dari total anggaran DPR, yakni Rp. 3.027 Triliun.

Evaluasi DPR RI ini masih dinilai mendapat rapor merah. Ada beberapa hal yang menyebabkan performa kinerja anggota DPR RI saat ini jelek, apa saja?

- Masih ada efek konflik perkubuan Pilpras, sehingga untuk mengonsolidasi potensi dua kubu diperlukan watu yang cukup panjang

- Faktor kedua ialah kepemimpinan DPR yang belum maksimal memainkan peran mendorong optimalisasi peran dan fungsi masing-masing fungsi kelengkapan. Pun juga pimpinan dengan anggota DPR kita ini masih sering berbeda pedapat yang mana terakhir baru saja terjadi dalam sejarah DPR : pimpinan diadukan ke MKD oleh anggota. Lucu bukan?

- Kurangnya kedisiplinan para anggora DPR juga didasari oleh fakta bahwa Partai Politik tidak mendorong terciptanya kedisiplinan pada setiap kadernya di DPR

BEM FTUI

#KitaUntukTeknik

No comments:

Post a Comment